Kiamat Uang Tunai Meluas, QRIS Juga ‘Jajah’ Singapura

Terlihat dilokasi para pedagang Bazar kini sudah bisa menerima pembayaran digital dengan memindai kode Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Bank Indonesia telah memperluas penggunaan QRIS untuk di Malaysia. Berikutnya lembaga tersebut membidik negara lain, yakni Singapura dan Fillipina.

Dicky Kartikoyono, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, menjelaskan untuk penggunaan transaksi di dua negara tersebut butuh persiapan. Khusus Singapura, direncanakan bisa digunakan pada kuartal 4-2023 mendatang.

“Untuk Singapura lebih dekat pengembangannya, kita akan coba push dengan kemampuan kita berkoordinasi bagaimana melakukan persiapan di dalam. Rencananya sesuai dengan blueprint kemungkinan Q4-2023 bisa live dengan Singapura,” jelas Dicky dalam Taklimat Media, Senin (8/5/2023).

Sementara untuk Fillipina, Dicky mengatakan perlu menunggu persiapan dari negara tersebut. Menurutnya program tersebut harus dilakukan bersama dengan dua pihak.

“Fillipina harus menunggu persiapan di sana. Jadi kita akan menyesuaikan dengan dinamika yang dihadapi mereka sendiri. Artinya harus ada temennya. Akan melihat kesiapan dari kedua belah pihak,” ungkapnya.

Sementara itu, BI dan Bank Negara Malaysia (BNM) secara resmi implementasi interkoneksi pembayaran dua negara dengan QR Code. Penggunaan QRIS di Malaysia tersebut telah dilakukan uji coba sebelumnya pada Januari lalu.

Dicky mengklaim ujicoba tersebut memiliki tingkat keberhasilan 100%. Ada banyak pihak yang terlibat dari pihak lembaga keuangan dari dua negara untuk menyukseskan program tersebut.

“Transaksi volume diharapkan cukup besar. Mobilitas ke Indonesia-Malaysia tertinggi di region. Termasuk dengan Singapura nantinya,” kata Dicky.

Dengan implementasi ini penduduk dua negara bisa bertransaksi di ritel dengan menggunakan QRIS atau DuitNow QRCode di toko atau pedagang fisik maupun online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*