Cerita Gus Dur ‘Ramal’ Prabowo Jadi Presiden di Usia Tua

Waketum Partai Gerindra Irfan Yusuf menceritakan isi percakapan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur soal 'ramalan' Prabowo Subianto jadi presiden di usia tua.

 

Jakarta, CNN Indonesia — Waketum Partai Gerindra Irfan Yusuf menceritakan isi percakapan dengan sepupunya, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur soal ‘ramalan’ Prabowo Subianto jadi presiden di usia tua.
Gus Irfan menyampaikan pengalamannya ketika berbincang dengan Gus Dur sebelum wafat pada 2009 lalu. Obrolan antara dua sepupu itu ketika sedang berziarah ke makam leluhur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jawa Timur.

“Biasanya setelah ziarah mampir dulu ke ndalem kasepuhan Pondok Tebuireng. Itu lah kami kadang-kadang ngobrol ngalor ngidul-ngalor ngidul,” kata Irfan kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu silam.

Prabowo Subianto pun jadi bahan perbincangan Gus Dur dan Gus Irfan. Saat itu, Gus Dur berpendapat Prabowo bakal jadi presiden suatu hari nanti di usia senja.

“Dia mengatakan, ‘Pak Prabowo nanti jadi presiden nek wes tuwek,” ujar Gus Irfan menirukan Gus Dur.

Tak hanya sekali, Gus Irfan menyebut bahwa Gus Dur menyampaikan ‘ramalan’ itu di berbagai forum diskusi kepada orang yang berbeda di setiap pertemuan.

“Tapi saatnya tidak hanya sekali beliau ngomong itu, ada beberapa kali, ada beberapa kesempatan pada orang yang berbeda,” ucapnya.

Prabowo bukan orang baru dalam kancah politik nasional. Pada 2004, Prabowo ikut konvensi calon presiden dari Partai Golkar. Ia bersaing dengan kader Golkar lainnya, Akbar Tandjung, Wiranto, Aburizal Bakrie, hingga Surya Paloh.

Namun, Prabowo harus menelan kekalahan pada putaran pertama. Wiranto tampil jadi pemenang konvensi.

Tak menyerah, Prabowo hengkang dari Golkar dan mendirikan Partai Gerindra pada 2008. Gerindra yang baru satu tahun berdiri berhasil ikut Pemilu 2009.

Prabowo pun dipinang menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Ketum PDIP Megawati Sukarnoputri pada Pilpres 2009. Namun, mereka kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Setelah kalah, Prabowo maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2014. Prabowo menggandeng Hatta Rajasa. Namun, mereka kalah dari pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Mantan Danjen Kopassus itu kembali maju di Pilpres 2019. Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno. Lagi-lagi, ia kalah dari pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Usai kekalahan kedua dari Jokowi, Prabowo memutuskan bergabung ke kabinet pemerintahan Jokowi sebagai Menteri Pertahanan.

Perjalanan politik Prabowo belum berhenti. Ia memutuskan untuk kembali maju sebagai capres di Pilpres 2024 dan menggandeng putra Presiden RI Joko Widodo yakni Gibran Rakabuming Raka.

Prabowo bakal berusia 73 tahun pada Oktober 2024 dan ramalan Gus Dur itu berpeluang jadi kenyataan di Pilpres 2024.

(jun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*