Alien Belum Juga Menghubungi Manusia Bumi, Ini Alasannya

An attendee poses an alien doll at the Little A'Le'Inn as an influx of tourists responding to a call to 'storm' Area 51, a secretive U.S. military base believed by UFO enthusiasts to hold government secrets about extra-terrestrials, is expected in Rachel, Nevada, U.S. September 19, 2019. REUTERS/Jim Urquhart

 Sampai saat ini, manusia Bumi belum juga sukses menjalin komunikasi dengan alien dari luar angkasa. Ahli dari Swiss mengungkapkan alasan alien yang berteknologi canggih belum pernah menghubungi Bumi.

Ahli dari Laboratory of Statistical Biophysics at the École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) di Swiss memiliki teori yang membuat Bumi tidak terjangkau sinyal makhluk luar angkasa.

Menurut EPFL, adalah luar angkasa terlalu luas sehingga ada kemungkinan besar Bumi luput dari transmisi komunikasi alien. Teori tersebut berdasarkan model statistik yang digunakan untuk mempelajari materi berlubang seperti spons.

Ilmuwan di EPFL menerapkan model yang sama untuk meneliti distribusi signal luar angkasa dari suatu titik.

“Kita baru mencari [alien] selama 60 tahun. Bumi bisa saja ada di area yang tidak tercakup oleh gelombang radio kiriman makhluk luar angkasa,” kata Claudio Grimaldi dari EPFL, dikutip dari Space, Senin (8/5/2023).

Menurut Grimaldi, manusia Bumi harus lebih sabar. Pemantauan komunikasi dari antariksa membutuhkan waktu, upaya, dan biaya.

Model matematika EPFL berdasarkan asumsi bahwa paling tidak ada sebuah sinyal elektromagnetik di galaksi Bima Sakti. Namun, posisi Bumi ada di sebuah gelembung seperti lubang spons dalam 6 dekade terakhir.

Skenario paling optimistis, Grimaldi mengatakan bahwa sinyal dari alien baru ditangkap oleh manusia di Bumi paling cepat 60 tahun lagi. Paling lambat, manusia harus menanti 2.000 tahun hingga bisa berkomunikasi dengan makhluk luar angkasa.

Kedua skenario tersebut, tergantung ada tidaknya teleskop radio yang arahnya tepat ke titik sumber sinyal alien.

“Bisa saja kita memang tidak beruntung, menemukan teleskop radio justru pada saat sinyal dari peradaban lain di antariksa dikirim ke arah lain,” kata Grimaldi. “Hipotesis ini lebih masuk akal daripada berasumsi bahwa sinyal dari luar angkasa dibombardir ke segala arah tetapi manusia tidak bisa mendeteksinya.”

Seiring dengan makin canggihnya peralatan, kemampuan manusia untuk mencari planet yang berpotensi menjadi habitat makhluk hidup. Ini juga berarti peluang alien mencoba berkomunikasi dengan Bumi makin besar.

Intinya, manusia di Bumi juga harus tahu mencari ke arah mana karena antariksa sangat luas. Potensinya cukup besar, karena menurut Grimaldi, alien pasti hidup berdekatan dan tidak tersebar luas ke banyak planet.

“Karena itu strategi terbaik bagi komunitas pencari makhluk cerdas di luar angkasa adalah menggunakan data dari studi antariksa lain, mendeteksi emisi radio dari bintang dan galaksi, untuk melihat apakah ada sinyal dari teknologi lain,” kata Grimaldi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*