Alasan Warga RI Malas Beli HP Meski Diskon Gila-gilaan

Penjualan HP dilaporkan sedang lesu, salah satu pasar HP yakni Mall Ambasador suasana mal terlihat sepi. (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)

Upaya diskon dan promosi HP dari sejumlah vendor tak berbuah manis. Permintaan smartphone pada Q1-2023 tetap lesu.

Associate Market Analyst IDC Indonesia, Vanessa Aurelia mengatakan ada beberapa alasan yang terjadi dan membuat pasar lesu. Meskipun dia tak memungkiri diskon bisa jadi pendorong penjualan HP.

“Memang tidak dimungkiri kalau diskon merupakan salah satu cara yang bisa digunakan oleh vendor untuk mendorong penjualan mereka. Tapi perlu disadari bahwa keadaan pasar saat ini memiliki faktor-faktor yang lebih luas daripada interaksi vendor dengan konsumennya,” jelas Vanessa kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (8/5/2023).

Salah satu yang dicontohkan adalah terkait kegiatan masyarakat yang telah kembali normal. Ini membuat mereka mengalihkan pengeluarannya pada area lain.

“Kembalinya masyarakat melakukan kegiatan secara offline, membuat pengeluaran mereka di area lain akan meningkat,” kata Vanessa.

Masalah lainnya adalah kondisi ekonomi di global dan juga nasional. Kondisi ini, menurutnya, berdampak pada daya beli dan pola pikir masyarakat.

Vanessa menjelaskan kondisi ekonomi tersebut mendorong masyarakat untuk berhati-hati terkait pengeluaran mereka saat ini.

“Bukan hanya itu, kondisi ekonomi di tingkat global dan┬ánasional juga mempengaruhi daya beli dan pola pikir masyarakat membuat mereka jauh lebih berhati-hati dalam┬ápengeluaran mereka,” ungkapnya.

Laporan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker dari perusahaan riset IDC mengungkapkan pasar smartphone RI anjlok 14,3% pada 2022. Capaian tersebut terjadi pertama kalinya setelah 13 tahun berturut-turut selalu mengalami pertumbuhan.

Selain itu penurunan juga terjadi pada jumlah unit yang dikirimkan. Pada 2022, hanya 35 juta unit HP yang dikirimkan turun dari 40,9 juta unit tahun sebelumnya.

Daya beli masyarakat yang menurun disebabkan salah satunya adalah adanya inflasi. Masalah tersebut khususnya terjadi pada masyarakat yang memiliki penghasilan menengah ke bawah. Mereka disebut berfokus pada pemenuhan kebutuhan primernya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*